Translator bahasa masa depan… Oktober 10, 2008
Posted by danisdad in Hal-hal di masa depan.Tags: Future, Futuristik, Penterjemah bahasa, Penterjemah di masa depan
trackback
Melihat perkembangan kemampuan aplikasi-aplikasi berbasis web untuk penterjemahan bahasa satu ke bahasa lain semakin canggih, menjadi membuat aku berkhayal mengenai suatu mesin ataupun alat yang akan semakin menjadi kenyataan di kemudian hari, yang bisa jadi itu dalam waktu dekat.
Sudah banyak translasi atau penterjemahan bahasa yang semakin bagus menurutku seperti http://translate.google.com , jika dibandingkan dengan tool penterjemah desktop lain seperti aplikasi transt??l, translate-nya google ini lebih baik dalam hasil terjemahan yang dihasilkan, tentu saja maksutku terjemahan dalam bahasa indonesia.
Semakin bagus hasil terjemahan, bisa jadi akan muncul adanya sistem konversi tata bahasa dari suatu bahasa ke bahasa yang lain dengan semakin baik, dan semakin baku. Sistem konversi ini disimpan dalam suatu database aturan konversi bahasa. Aturan konversi inilah akhirnya yang melayani setiap request penterjemahan, pertama dengan menganalisa masukannya dalam bahasa apa, kemudian outputnya dalam bahasa apa lagi. Database akan mencari padanan kata dan melakukan penyesuaian tata bahasa secara otomatis. Jadilah terjemahan dalam suatu kalimat yang minimal mendekati sempurna.
Dan disuatu saat setelahnya….
Ketika memungkinkan perubahan input dari penulisan ke pengucapan, alat translator masa depan ini akan menganalisa orang ini berbicara dalam bahasa apa, dan dengan kata apa, dari kata disimpulkan pembicaraan tentang apa, dari pembicaraan disimpulkan konteks pembicaraan. Mesin kemudian mengolah secara otomatis, berdasarkan analisa-analisa rumitnya, kemudian mesin meng-oper hasil terjemahan dalam berbagai bahasa dan dalam bentuk pengucapan semua bahasa, tergantung audience yang menerima…
Disaat itulah akhirnya orang tidak perlu lagi belajar berbagai macam bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain… Ia cukup tahu bahasanya sendiri, dan ia harus cukup tahu bagaimana berucap dalam kesopanan dan etika yang baik.

wah, kita butuh yang kayaq beginian tuh. Kan para pemimpin bangsa kita pada belum bisa nerjemahin keinginan rakyat kan? bwe he he… ^_^
mas khofia, gimana kalo kita tanem di gundam aja alatnya… biar makin keren tuh gundam…hehehe…
Mimpi..,, tp bisa jadi kenyataan